Postingan

Bimbingan

Gambar
Salah satu pengalaman berharga belajar dalam iklim akademik barat adalah sikap encouragement dari dosen/pembimbing. Relasi pembimbing-mahasiswa di kampus-kampus di luar negeri seringkali lebih bersifat kolaboratif ketimbang seperti guru-murid yang bersifat tradisional (bahwa ilmu guru itu lebih luas, lebih mengerti, murid itu tidak tahu apa-apa sehingga harus tunduk dengan semua ucapan guru, dsb). Relasi seperti itu hampir tidak ada di sini. Bahkan, terkadang mahasiswa bimbingan dijadikan tempat belajar mengenai isu-isu baru oleh para dosen pembimbing. Dosen pembimbing itu lebih dulu punya pengalaman. Kira-kira begitu mereka memposisikan diri. Dalam banyak interaksi proses bimbingan,  kita sebagai student juga dituntut lebih aktif dalam mencari dan menemukan, bahkan menentukan apa yang penting buat riset kita. "This is your research, you know it better" begitu kira-kira komentar para dosen pembimbing di saat kita bingung mau ngapain. Sebagai mahasiswa produk lokal Indones...

Pencarian dan Takdir

Gambar
Setiap orang melalui episode pencarian yang berbeda-beda dalam hidupnya. Ada yang sudah tahu apa yang dicita-citakan dan diinginkannya sejak semula. Lalu, belajar dengan keras hingga akhirnya benar-benar berhasil dengan cita-citanya. Begitu konsisten. Tapi, banyak juga yang melalui berbagai eksperimen atau bahkan menemukan jalan-jalan yang tak terduga dalam meniti perjalanan itu. Ambil kuliah ini tahu-tahu lebih suka mengerjakan itu yang tak ada hubungannya dengan kuliahnya, dll. Saya termasuk kelompok yang kedua. Saat saya kecil, jika ditanya soal cita-cita biasanya saya akan jawab ingin jadi guru. Karena hampir semua keluarga saya (ayah, ibu meski tidak bekerja secara formal juga lulusan sekolah guru, paman2/uwa saya dst) mengabdi di dunia pendidikan. Saat saya tinggal di pesantren, sejak kelas 3 SMP, sudah membantu ngajar di kelas yang bawah. Cita-cita jadi guru tak pernah hilang. Hingga suatu saat saya memutuskan ingin jadi guru bahasa Arab, tapi ternyata terdampar di dunia y...

Ilmu itu cahaya

Ilmu itu cahaya. Ia akan masuk ke dalam jiwa2 yg telah mengosongkan dirinya. Bak tempayan yg siap menampung air. Jika kau biarkan dirimu 'penuh' maka ia akan jatuh berceceran. Sia-sia. Jika hanya setengah yg kau kosongkan, hanya setengah yg akan tertampung. Begitu seterusnya. Maka, jadilah para pencari yg tak tahu apa2. Agar semakin banyak cahaya yg masuk ke dlm dirimu. Semakin tdk tahu, semakin byk ilmu yg bisa kau serap. Pula, jangan pernah merasa cukup. Krn puncak pengetahuan adalah ketidaktahuan *lesson from sufi class 5/2/14 Have a good day everyone! :)

WARNA WARNI

Warna warni kehidupan itu lbh banyak dr warna pelangi. Dan yg perlu kau lakukan hanyalah berempati. Tak perlu meminta semua org utk mengerti. Karena tak akan pernah sampai pd titik berhenti. Tetaplah sll rendah hati. Krn hidup ini banyak dipenuhi asumsi. Kebenaran pun punya banyak versi. Tak perlu merasa plg benar. Krn itu hanya melampaui kewenangan Tuhan Yang Maha Benar. Menghargai banyak versi kebenaran adalah cara kita belajar. Jangan pernah lelah mencari. Krn pencarian adalah cara terbaik utk lbh mengenal diri sendiri. Mengenal hakikat diri menjadi jalan utk mengenal Ilahi Rabbi. Man arofa nafsahu faqod arofa rabbahu (almakolah).

Musola

Salah satu tempat favorit sejumlah santri di pondok kami dulu adalah musola. Tempatnya sangat sederhana. Berada tepat di atas kamar mandi besar. Tempat para santri mememuhi hajatnya. Sebuah ruangan di lantai 2 beralaskan dipan yg berlubang di sana sini. Di antara lubang itu sejumlah kutu bersarang dan tanpa ampun sering menggigiti kami yg tengah beraktivitas. Baik saat belajar, solat maup ... un tidur. Ya, rutinitas kami memang hanya belajar, makan, tidur dan berkehidupan sosial tentunya. Sbg tempat favorit aktivitas kami di tempat itu tdk hanya solat berjamaah tetapi juga mengaji dan belajar macam2 ilmu. Dan krn terbatasnya tempat tidur, tak jarang kami memilih musola yg luas itu untuk tidur. (Sbg catatan, ini pesantren tradisional dimana kesederhanaan menjadi ciri utama. Tidur pun kami hanya beralaskan tikar, berjejer begitu saja memenuhi ruangan terbatas yg kadang dihuni smp 10 org dlm 1 ruangan. Tergantung ukurannya. Jarang sekali kami memakai kasur sbg alas tidur. Itu jaman a...

Gerimis

 Gerimis. Enggan pergi. Berlinang di jalanan yg basah. Membekukan. Seluruh angan. Gerimis. Menyimpan rahasia. Membawanya jauh hingga ke samudra. Gerimis. Mencari suara hati. Yg telah lama sirna. Diantara Deraian dan isakan. Membanjiri. hati2 yg terluka. Gerimis. Tak henti. Mencari kata nurani. Yg telah lama bisu. Gerimis. Menyisakan bisikan. Di jendela. Berkata. Esok masih ada. Pelangi. Untuk kita. Clayton South, 11/4/14, 11.55pm

KARTINI

Meski tubuhmu terpenjara di balik sangkar emas istana Meski ragamu terjerat dlm tatanan sosial feodalisme jawa Meski hasrat dan cita2mu terganjal oleh siasat politik Belanda Meski rasa cinta dan kepedulianmu pd sesama terjebak oleh kekuatan cintamu pd ayahmu Namun, kau biarkan pikiranmu bebas berkelana Kau catat setiap peristiwa dan kegelisahanmu melalui goresan kata2 Kau jadikan kata2 sbg senjata ... mu Krn kau yakin akan kekuatan pena Kekuatan pena takkan pernah mati Melampui abad dan putaran waktu Krn itulah pikiran2mu tetap dikaji dan dipelihara. Semoga, kaum perempuan Indonesia Dimana pun berada Tak lelah berjuang Utk membebaskan diri dari Belenggu kemiskinan dan kebodohan Semoga perempuan muda seusiamu memiliki kepekaan sosial yg sama Membaca semangatmu bukan dari Kebaya atau sanggul semata Selamat hari Kartini! 21-04-2014